Salaam!
Khonsa Tsabita. 22 yo. I love to share everything so we can know a thing from nothing. Allah bless us!
Home   ×       ×   Feel free to ask!    ×   Submit Posts

Macet

Lagi di tengah kemacetan.
Huz:Duh ini kok lama banget sih nyampenya ga jalan-jalan
K:Macet Zaaam namanya juga
Ca:Jakarta sih sempit jadinya macet deh
K:Mobilnya Ca yg kebanyakan
Ca:Engga lah, Jakartanya yg sempit jadinya gabisa maju mobilnya. Kalo mau luas kita ke langit aja tuh ga ada macet kan
K:Hahaha yuk terbang!
Ca:Yuuuk! Hahahaha

Beli Hape

Lagi nonton TV.
Ca:Kenapa sih Iban kerjanya main hape terus
K:Yah namanya juga anak remaja Ca
Ca:Huh *ngedumel ga jelas*
K:Kamu kenapa deh Ca? Nanti juga kamu kalo udah gede main hape juga. Emang kamu gamau punya hape kalo udah gede?
Ca:Mau sih..
K:Nah kan.. yaudah deh. Menurut kamu, hape itu buat apa sih Ca?
Ca:Hmm.. kalo aku sih buat main game, telfon Umi, telfon Abi, telfon Kiki, telfon kak Uwes, donlot games
K:Loh kok ga buat telfon aku juga? :(
Ca:Ngapain telfon Onca kan kamu ada disini, kecuali kamu ke Malaysia tuh baru deh aku kangen terus telfon telfon gitu deh
K:Hahaha

Celoteh Icca (lupa yang keberapa)

Lagi les renang.
Kak Rangga:Ayo Icca! Bagus Icca! Kakinya digerakkin, tangannya lurus yaaa
Ca:*blup blup* *hap hap* *pipi gembung-gembung* *lagi praktekin gaya bebas*
Kak Rangga:Yak pinteeer! Tapi tangannya lurus ya Icca jangan ditekuk..
Ca:Kak Rangga aku udahan ah berenangnya!
Kak Rangga:Loh kenapa Ca kan baru juga 5 menit..
Ca:Aku laper... tangan aku ga bisa gerak kalo laper aku lemes
Kak Rangga ketawa. Abis itu nyamperin saya.
Kak Rangga:Icca laper katanya haha belum makan ya sebelum renang?
K:Hah? Udah kok kak, malah dia tadi nambah makannya..
Ca:Udah ya aku laper dulu mau makan bengbeng. Onca beliin bengbeng nya dong itu tuh
K:Hahahahaa perut udah gendut ya Allah ga ngerti lagi :"D
Ca:Udah ya kak Rangga aku makan dulu yaaaa

Nasib

X:Sa lagi ngapain? Serius amat
K:Lagi benerin to do list
X:Walaaah kok yg di-centang cuma makan, tidur, mandi, sholat, free time? Yg lainnya disilang semua Sa?
K:Hmmmm ya begitulah, makanya mau dibenerin biar ga terlalu optimistik...
X:Hahahaha goodluck!

Kadang kita butuh bicara sendiri

Ga ada kata terlambat untuk memperbaiki diri. Ga ada kata penyesalan karena masih diberi kesempatan untuk berubah. Ga boleh ada kata menunda kalo udah tau risikonya. Ga ada hal bagus yang datang tanpa usaha. Mending sekarang daripada ga sama sekali. Lebih baik sedikit tapi sering dan konsisten daripada banyak tapi ga jelas kapan.

libeeya:

There’s something about people telling you “you’re in my duaas” that gets me feeling all kinds of emotional. It’s a sense of love and community and trust, because you don’t pray for someone you don’t care about. Because when you’re making duaa you’re in your most vulnerable state, before Allah, and the fact that you think of me and my struggles is beyond considerate, it’s taking the concept of loving for the sake of Allah to heart.

(via thebeautyofislam)

Prolog: Sebuah Perjalanan Hidup

Terlalu naif rasanya jika kita berkeluh kesah atas hidup yang kita jalani. Terlalu tidak bersyukur jika kita masih malas-malasan menjalani kehidupan di masa sekarang yang jauh lebih nyaman dan banyak kemudahan. Lagi. Allah SWT mengingatkan saya dengan cara yang indah. Siapa yang sangka bahwa di tengah kemalasan yang melanda, kondisi keimanan yang sedang menurun, Dia mengirim seseorang yang tidak pernah sedikit pun terlintas di benak saya untuk menjadi Sang Pengingat. Saya cuma bertegur sapa di awal dan mencoba membuka percakapan, lupa bertanya siapa namanya, namun cerita demi cerita langsung mengalir darinya.

Sebutlah ia Makcik Kak F. Ibu dari teman samping kamar saya di mahallah (semacam asrama di kampus saya). Ia datang dari Kelantan untuk menjenguk Kak F dan akan menginap beberapa hari disini.

Tak ingat betul bermula darimana. Ia mulai bercerita tentang anak-anaknya. Satu persatu ia tunjukkan fotonya. Betapa ia membesarkan 8 anaknya sendiri setelah Pakcik meninggal dunia. Betapa rumah mereka sangat sederhana bahkan atapnya hampir runtuh. Jangankan untuk betulkan atap, memberi makan sepiring nasi dengan garam untuk anak-anaknya pun sudah disyukuri oleh mereka. Tapi hal itu tidak jadi halangan bagi beliau untuk menyekolahkan semua anaknya sampai ke universitas. Ada yang sekolah ke Mesir, Pakistan, atau tetap di Malaysia.

Saya amat kagum dengan beliau. Air mukanya begitu lembut, penuh dengan senyum, dan sangat keibuan. Raut mukanya menunjukkan kesederhanaan dan kesabaran. Kemudian saya iseng bertanya kepadanya, pertemuan pertama dengan pakcik itu bagaimana. Mulailah ia bercerita bahwa ia dijodohkan oleh pamannya, pakcik ini adalah orang ke-8 yang datang meminang, dan awalnya ingin ditolak oleh makcik. Tapi, paman beliau berkata kalau kali ini ditolak juga, makcik harus pergi dari rumah, jadi harus diterima. Akhirnya diterimalah pinangan pakcik dan Alhamdulillah mereka dikaruniai 8 anak sholeh sholehah. Pertanyaan berikutnya mengalir. Kemanakah orangtua makcik saat itu? Meninggal karena apa?

Menarik helaan nafas yang panjang, makcik pun tersenyum dengan tatapan mata seperti mengulang kembali kisah yang pelik dan berat. Kemudian dimulailah cerita itu…

Makcik Kak F

Hidup itu cuma mimpi, terlalu singkat untuk disebut hidup, kehidupan sebenarnya datang setelah kematian.
Jumat, 2 Mei 2014 pukul 08:21
Abi:Assalamualaikum! Apa kabar kak Khonsa? Baru bangun ya?
K:Waalaikumsalam Abi! Ga kok ini udah bangun daritadi hehe Alhamdulillah sehat.. Kenapa Bi?
Abi:Iya jadi gini loh...eh bentar Ca ini Abi lagi ngomong sama kak Khonsa, duh iya nih Ca.. (Ga ngerti apa yang terjadi disana)
Ca:ONCAAAAAA!! INI ICCA!!
K:Huaaaa Iccaaa kangeeeen ><
Ca:Aku juga kangen sama kamu. Oncaaa lagi ngapain? Aku lagi nonton Upin Ipin dong! Seruuu
K:Hahaha aku lg telfon sama Icca hehe. Upin Ipinnya tentang apa Ca?Ca: Gatau deh, aku cuma nonton aja tapi aku gatau.. Eh onca onca, rambut aku udah bisa dikuncir!
K:Wah udah panjang dong berarti hihi. Toss yuuk!
Ca:Toss? Gimana caranya? Aku toss sama hape?
K:Iya Caa hahaha
Ca:Hmmm... nih Abi nih (Icca kabur dan kayaknya balik nonton Upin Ipin)
Abi:Halo? Gini Sa *bla bla bla* Nih Huzzam mau ngomong..
Huz:Oncaa? Ipad aku udah bener dong kemaren dibetulin di Cilandak Mall. Sekarang games nya udah banyak dan aku udah bisa ketik nama kakak kakak di ipad
K:Ohiya? Asik dong! Pasti kamu main games mulu yaa hehe. Eh gigi ompong kamu udah tumbuh belom?
Huz:Belom Nca masih di dalem, ehiya ini Icca mau ngomong
Hib:Oncaaa (nyamar jadi Icca) gi pain?
K:Hibbaaan -_- suara kamu kayak om om
Hib:Kok tau ini aku? Hahaha
K:Iyalah! Haha. Apa kabar Ban? Perut udah rata? Lagi libur yak?
Hib:Haha belom lah. Masih gendut.. Iya anak kelas 3 lagi UN
K:Loh bukannya udah minggu lalu?
Hib:Itu anak SMA Saa -_- Eh nih Icca nih mau ngomong
Ca:ONCAAA! (selalu ga santai ngomongnya haha) Rambut kuncir aku baru kecil tapiii, tapi aku belum bisa kuncir sendiri, itu dipakein mbak Naya
K:Hahaha gapapa Ca nanti lama-lama panjang kok
Ca:Oke deh dadaaaah Onca aku mau nonton lagi..
-----
Morning happiness :')

Saya jatuh cinta (lagi) kepada-Nya.

Saya amat meyakini bahwa Allah SWT adalah Sang Maha Tahu dan Maha Bijaksana. Dan lagi, kemarin saya diingatkan kembali oleh-Nya dengan cara yang begitu manis. Sore kemarin, tepatnya saat kelas Macroeconomics, nilai ujian mid-term saya dibagikan dan saya mendapat nilai yang tidak cukup baik, kalau boleh tidak dikatakan buruk. Bisa dibilang nilai saya itu tepat di batasan nilai lulus. Hari itu seharusnya saya sedih kan? Seharusnya, iya. Awalnya, iya. Tapi setelah saya pikir kembali, sesungguhnya nilai saya yang ‘nge-pas’ itu merupakan hadiah manis dari-Nya. Karena ternyata, Allah menggerakkan hati dosen saya untuk memberikan kesempatan kedua alias revision mid-term bagi yang nilainya tepat atau di bawah batas lulus.

Harus saya akui, menjelang akhir bulan Mei ini, tugas-tugas seperti datang bergerombol, belum lagi presentasi-presentasi, dan persiapan untuk final exam di akhir bulan. Rasanya mau meledak kalau liat to-do-lists yang saya buat. Tapi, di tengah kepadatan tersebut, saya malah ‘sibuk’ mengerjakan sesuatu yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan to-do-lists saya. Yaitu saya malah kena virus drama Korea dan virus games yang baru saya unduh di HP saya. Sebenarnya, saya amat sangat menyadari kalau saya melakukan hal tak berguna dan hanya menghabiskan waktu. Tapi saya tidak bisa lepas dari itu dan seperti kehilangan semua motivasi semangat belajar saya. Mereka lenyap entah sembunyi dimana.

Singkatnya, habis saya dapat nilai ujian saya yang ‘kurang-bagus’ itu, saya merasa ditegur secara manis dan diingatkan kembali kalau saya harus kembali ke track saya. Balik lagi ke tujuan awal saya berada disini. Teringat kembali semangat saya yang membara untuk memberikan yang terbaik selama saya belajar disini. Terpikir kembali betapa banyak opportunity cost yang dikerahkan untuk menempuh pilihan studi master disini. Coba bayangkan kalau saat keadaan semangat saya sedang ‘drop’ begitu, lalu saya dibagikan nilai ujian yang bagus, kemungkinan besar saya makin jumawa dan merasa ga perlu belajar lebih keras lagi kan? Saya merasa sudah aman kan? Saya ga merasa ada masalah kan? Saya tetap akan melanjutkan fase ‘kemalasan’ saya dan tetap akan di zona nyaman saya yang semu itu kan?

Allah Maha Baik. Allah Maha Tahu. Allah Maha Bijaksana.

Dia menegur saya dengan cara yang begitu manis. Dia memberi teguran tetapi memberi kesempatan. Dengan begitu saya kembali semangat untuk kembali belajar. Dia begitu baik. Saya jatuh cinta lagi kepada-Nya.

Duaa for the Ultimate Love (via to-salsabeel)

:’)

Aamiin..

(Source: majnun77, via sujoods-deactivated20140629)

اللَّهُمَّ اِنِّىْ اَسْئَلُكَ حُبَّكَ وَ حُبَّ مَنْ يُّحِبُّكَ وحُبَّ عَمَلٍ يُّقَرِّبُ اِلى حُبِّكَ


Allahumma inni as aluka hubbaka, wa hubba man yuhibbuka, wa hubba kulle ‘amalin yuqarribuni ila hubbika.

O Allah! I ask You for Your love and the love of those who love You, and for the love of every action which will bring me closer to Your love.


اللَُّهُمَ فَكَمَا رَزَقْتَنِىْ مِمَّا اُحِبُّ فَاجْعَلْهُ قُوَّةً لِّىْ فِيْمَا تُحِبُّ


Allahumma fakama razaqtani mimma uhibbu faj’al-huquwwatan li fima tuhibbu

O Allah! Just as You have Granted me all that I’ve loved, let those things be helpful to me in the performance of those deeds that You Love.


اللَُّهُمَ ارْزُقْنِىْ حُبَّكَ وَ حُبَّ مَنْ يَّنْفَعَنِىْ حُبُّهُ عِنْدَكَ


Allahummar-zuqni hubbaka wa hubba man yyan-fa’ani hubbuhu ‘indaka

O Allah! Grant me Your Love, and the love of that person, whose love would benefit me in Your presence.


اللَّهُمَّ اجْعَلْ حُبَّكَ أََحَبَّ الأَشْيَاءِ إِلِىْ ، وَاجْعَلْ خَشْيَتَكَ أَخْوَفَ الأَشْيَاءِ عِنْدِيْ وَاقْطعْ غَنِّي حَاجَاتِ الدُّنْيَا بِالشُّوْقِ إِلى لِقَائِكَ ، وَ إِذضا أَقْرَرْتَ أَغْيُنَ أَهْلِ الدُّنْيَا مِنْ دُنْيَا هُمْ ، فَاقْرِرْ عَيْنِيْ مِنْ عِبَادَتِك


Allahummaj’al hubbaka a-habbal ashyaa’i illayya, waj’al khashyataka akhwafa ashyaa’i ‘indi, waq-ta ‘anni haajaatid-dunya bish shawqi illa liqaa’ika, wa idha aq-rarta ‘a’yunna ahlid-dunya min dunnyahum, faqrir ‘ayyni min ‘ibaadatika.

O Allah! Make my love for You the most beloved thing to me, and my fear for You the most fearful thing to me, and remove from me all worldly needs and wants by instilling a passion for meeting You, and when You have given the people of the world the pleasures of their world, make the coolness of my eyes (pleasure) in worshipping You.


اللَُّهُمَ اِنَّا نَسْئَلُكَ قُلُوْبًاَ اَوَّاهَةً مُّنِيْبَةً فِىْ سَبِيْلِكَ


Allahumma inna nas’aluka quluban awwahatan mukh-bitatan munibatan fi-sabilika

O Allah! We ask for a heart which is tender and humble in Your way.


Abud-Darda’ (May Allah be pleased with him) reported: The Messenger of Allah (Sallahu Alayhi Wasallm) said, “One of Prophet Dawud’s supplications was:

Allahumma inni as’aluka hubbaka, wa hubba man yuhibbuka, wal-`amal alladhi yuballighuni hubbaka. Allahumm-aj`al hubbaka ahabba ilayya min nafsi, wa ahli, wa minal-ma’il-baridi

(O Allah! I ask You for Your Love, the love of those who love You, and deeds which will cause me to attain Your Love. O Allah! Make Your Love dearer to me than myself, my family and the cold water).”

[At-Tirmidhi, 3501]

blvcknvy:

5000 friends on Facebook, 1500 on twitter, 1000 on Tumblr, 1000 on Instagram, 500 at your wedding, 5 during hard times, 2 at your burial, and alone in your grave.

Reality. 

Reminder..

(via thebeautyofislam)

TotallyLayouts has Tumblr Themes, Twitter Backgrounds, Facebook Covers, Tumblr Music Player and Tumblr Follower Counter